Butuh waktu kurang lebih 8 jam untuk bisa sampai ke daerah yang memiliki keindahan alam bak negeri dongeng ini. Daerah yang dijuluki Negeri Embun Beku ini bisa kita datangi dengan terlebih dahulu berangkat dari Surabaya menuju ke Jayapura menggunakan pesawat terbang dan menghabiskan waktu 4 jam.

Sampai di Jayapura, kita akan menembuh perjalan udara menuju Wamen dan memakan waktu 30 menit. Sampai di Wamena untuk bisa menjangkau daerah Lanny Jaya, daerah yang dijuluki Negeri Embun Beku, kita bisa menggunakan kendaraan darat dan akan habiskan waktu kurang lebih 3 jam.

Mengapa daerah Lanny Jaya disebut Negeri Embun Beku. Sebenarnya julukan ini baru disematkan, tepatnya pada 2015 lalu. Hal ini dikarenakan para Juli 2015, telah terjadi fenomena embun beku di Distrik Kuyawage. Distrik ini berjarak kurang lebih 30 kilometer dari distrik Tiom, ibu kota Lanny Jaya. Fenomena embun beku ini seperti halnya yang sering terjadi di kawasan pegunungan Dieng, Jawa Tengah. Suhu yang sangat rendah menyebabkan embun berubah menjadi es, sehingga disebut dengan embun beku.

88259740

Fenomena embun beku kembali terjadi pada bulan Oktober 2015. Hari Minggu pagi pada tanggal 25 Oktober 2015 yang paling parah.

Selama perjalanan darat dari Wamene ke Lanny Jaya, kita akan menempuh perjalanan hampir 86 km, tapi tenang saja selama perjalanan pemandangan eksotis akan jadi pemandangan kita. Jalan bebatuan terjal, sedangkan aspal hanya di beberapa titik. Jika hujan turun, tebing longsor dan jalanan berlumpur dan bahkan tidak bisa dilewati.

Saat longsor biasanya penduduk setempat akan membersihkan gundukan tanah yang menutupi jalan agar bisa dilalui. Namun, kita harus membayar kepada mereka sekitar 200-250 ribu untuk bisa melewati jalanan selanjutnya.

Sampai di ibukota Kabupaten Lanny Jaya, kita bisa mengunjungi salah satu pasar tradisional di sana, pasar tradisional Tiom. Di pasar ini jangan harap mendapat pemandangan seperti pasar tradisional di Jakarta atau kota-kota besar lainnya, di pasar ini masih banyak babi-babi berkeliaran mengais-ngais makanan di tumpukan sampah.

Pasar tradisional di Tiom ini buka dari pagisampai sore hari sekitar pukul 17.00 WIT. Sayur-mayur, bumbu masak seperti bawang merah danbawang putih, lauk-pauk, celana dan pakaian, noken dan beberapa kebutuhan sehari-hari dijual di pasar tradisional ini. Para pedagang mengambil barang dari Wamena atau berasal dari hasil panen masyarakat yang dijual di pasar.

Di sekeliling pasar ramai dengan kios-kios yang menjual perlengkapan kebutuhan sehari-hari. Pemilik kios hampirsemuanya adalah pendatang.

Tidak ada timbangan di pasar tradisional ini.Sayur seikat, bumbu seperti cabe, bawang, jahe, sudah ditata sebagaimana digambar dan dihargai serba 10 ribu-kisaran harga di tahun 2016.

Untuk santapan kuliner, di sekitar pasar juga ada warung makan yang menjual hidangan seperti mie ayam, bakso, rica wam (babi), penyet ayam atau mujair. Makan nasi lauk telur per porsi dihargai 30 ribu rupiah, seporsi bakso dihargai 35 ribu rupiah, seporsi mie ayam bakso dihargai 40 ribu rupiah, sedangkan ayam penyet atau ayam yang lengkap dengan sambal dan lalapan dihargai 60 ribu rupiah, dan mujair penyet dihargai 80 ribu rupiah per porsinya. (kisaran harga di tahun 2016).

Untuk saat ini bagi wisatawan tidak perlu khawatir untuk tempat berteduh. Jika pada 2016, akses hotel masih sangat sedikit, di tahun ini sejumlah hotel telah dibangun.

Di Tiom, bangunan rumah sudah modern, tapi di beberapa desa masih terdapat rumah-rumah tradisional yang disebut “honai.” Di Lanny Jaya jangan berharap untuk menjumpai warga yang menggunakan koteka. Tak satu pun. Yang pasti, mereka ramah dan tidak merasa terganggu dengan kehadiran kita untuk memotret. Jadi, selain kesejukan hawanya, kita juga memperoleh keramahtamahan warganya.

20140729_000355_bukit-merah-putih-tiom-lanny-jaya

Karena berada diketinggian dan dikelilingi oleh bukit-bukit memesona, Lanny Jaya sudah pasti menawarkan hawa yang sejuk dan kondisi alam yang masih asri. Hamparan hijau layaknya permadani itu seperti menjadi “vitamin” yang membawa kesegaran pada mata kita.

Momen matahari terbit dan terbenam tak bisa kita nikmati dari Tiom, yang memang jauh dari pantai dan wilayahnya yang berbukit-bukit. Untuk mendapatkan momen tersebut kita perlu pergi agak jauh dari ibukota Lanny Jaya itu.

Advertisements