Kasus pembunuhan kakak tiri dari pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, Kim Jon Nam menyeret nama Siti Aisyah, perempuan asal Indonesia yang diduga sebagai salah satu pembunuh Jon Nam.

Munculnya nama Siti Aisyah bersama pelaku lain yang juga wanita berpaspor Vietnam, Doan Thi Huong kembali memunculkan ingatan lama banyak orang soal sepak terjang Korea Utara menggunakan perempuan sebagai mata-mata dan pembunuh.

Dilansir dari abcnews.go, Korea Utara tercatat pernah memperkerjakan seorang wanita berumur 75 tahun bernama Lee Sun Sil. Wanita tua itu tertangkap oleh inteljen Korea Selatan pada Oktober 1992 silam setelah mendirikan cabang rahasia Partai Buruh Korea Utara.

Menariknya, Lee menyusun lama pembuatan cabang rahasia itu di Korsel. Lee tercatat sudah tinggal selama 10 tahun di Korsel sebelum tertangkap. Lee bukan mata-mata sembarangan, ia tercatat sebagai petinggi partai di Korea Utara.

Lee bahkan pernah bertemu Kim Il Sung, kakek dari Kim Jong Un dan Kim Jon Nam. Il Sung bahkan dikabarkan memberikan hadiah khusus berupa jam tangan emas untuk Lee.

Pada 2000-an, inteljen Korsel menyebut bahwa Lee telah meninggal dunia dan dimakamkan di taman makam Pahlawan di Korea Utara. Sebagai informasi, hanya seorang ‘patriot’ yang diakui oleh pemerintah Korea Utara yang bisa dimakamkan di taman makan Pahlawan tersebut.

Advertisements